Dwi
23 September 2026, 13:55 WIB
Last Updated
2026-09-23T06:56:37Z
Wakil KSAU: Sesuai Renstra, TNI AU Akan Memiliki Airbus A330 MRTT
JAKARTA, RilisOnline.com - Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya Tedi Rizalihadi mengungkapkan TNI AU bakal memiliki pesawat Airbus A330 multi role tanker transport (MRTT).
Rencana tersebut merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) TNI AU.
“Sesuai dengan Renstra kita, memang kita akan memiliki MRTT,” kata Tedi, saat ditemui di sela-sela latihan bersama Pégase 2026 di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dilansir dari kompas.com, Rabu (23/9/2026).
Menurut Tedi, kemampuan MRTT ditunjukkan French Air and Space Force (FASF) dalam latihan Pégase 2026.
MRTT tidak hanya berfungsi sebagai pesawat tanker yang melakukan pengisian bahan bakar kepada pesawat lain di udara.
Pesawat ini juga dapat menjadi pusat kendali operasi.
Dalam latihan tersebut, Tedi melihat bagaimana mission commander dapat berada di dalam MRTT sekaligus berkomunikasi dengan berbagai unsur yang terlibat dalam operasi.
“Tadi sudah ditunjukkan betapa sangat powerful dengan MRTT di mana mission commander bisa on board, kemudian juga bisa komunikasi dengan seluruh members, baik itu tempur, Rafale, dengan angkut, termasuk dengan negara asal,” ungkap dia.
Komunikasi tersebut dapat dilakukan secara real-time dengan dukungan komunikasi satelit.
Dengan begitu, komandan misi yang berada di dalam pesawat dapat tetap terhubung dengan pusat komando di negara asal.
Kemampuan itu pula yang ingin dimiliki TNI AU melalui rencana strategis.
“Jadi ini ke depan kita berharap tentunya segera akan mengakuisisi MRTT seperti itu,” ujar dia.
Tedi menyebut, dengan wilayah Indonesia yang luas dan jumlah pesawat tempur yang terus bertambah, TNI AU setidaknya membutuhkan tiga unit MRTT.
“Karena pesawat tempur kita sangat banyak,” kata dia.
Dwi
Caption
Pesan Pembaca
Pesan Pembaca :
Resty
Kami berharap ada liputan mendalam terkait penggunaan dana desa karena realisasi program belum terlihat jelas.
lwan Saputra
Mohon dilakukan peliputan anggaran daerah yang informasinya masih minim agar publik mendapat kejelasan.
Anisa
Kami meminta penyelidikan objektif dana desa agar laporan sesuai dengan kondisi lapangan.
Gunawan
Beberapa proyek desa belum maksimal meski anggaran sudah dialokasikan, perlu penelusuran lanjutan.
Reno
Media independen sangat dibutuhkan untuk mengawal dana desa dan APBD secara transparan.