Bandar Lampung, RilisOnline.com - Terkait munculnya pemberitaan dugaan pengecoran BBM subsidi di SPBU Pertamina No. 24.351.93 Jalan ZA Pagar Alam, Kecamatan Rajabasa, tokoh masyarakat setempat Yansah menyampaikan tanggapan secara terbuka ia meminta segala hal didasarkan pada kenyataan yang nyata serta tidak berpihak ke salah satu pihak.
Menurutnya, antrean kendaraan yang membeli solar memang hal yang kerap dijumpai bukan berarti langsung ada penyimpangan, namun bukan berarti juga semuanya pasti benar. Semua hal harus diperiksa dulu secara teliti, jangan langsung menyimpulkan sebelum melihat bukti yang nyata.
“Sikap kita hendaknya netral dan objektif. Kalau ada hal yang keliru, periksalah kebenarannya, turunlah ke lapangan, dengarlah semua pihak, lihatlah kenyataan secara menyeluruh jangan lihat sebagian lalu langsung membuat kesimpulan maupun berita. Jangan jadikan sekadar pemandangan antrean langsung dijadikan bukti; telusurilah dulu dari segala sisi sebelum hal itu disampaikan. Jangan sampai justru menimbulkan dugaan lain hingga melahirkan fitnah,” tegasnya, Selasa (22/9/2026).
Yansah sangat menghargai kedudukan dan fungsi pers sebagai tiang penyangga bangsa, penyampai kebenaran dan pengawas hal yang terjadi.
“Namun sayang, kerap ada tulisan yang belum cukup diperiksa, belum mendengar kedua belah pihak, kurang teliti serta kurang objektif. Kalau memang ada pelanggaran, buktikanlah secara nyata dan terang‑benderang. Jangan cukup hanya menulis ‘diduga’ lalu berita sudah tersebar luas. Sebaliknya pun belum berarti semuanya sudah benar tetap harus dinilai secara jujur dan terbuka,” tambahnya.
Ia menegaskan tak memiliki kepentingan apa pun terkait SPBU tersebut.
“Pihak berwenang pun sudah pernah datang memeriksa. Kalau nyata ada pelanggaran, silakan ditindak sesuai ketentuan. Namun kalau belum masih sekadar dugaan seolah‑olah ada hal tersembunyi hal begitulah yang justru merugikan banyak pihak. Tugas jurnalis itu mulia: menyampaikan apa yang benar, nyata dan akurat,” timpalnya.
Selain itu ia menyampaikan: kerap melihat berita serupa dimuat lalu hilang begitu saja tanpa kejelasan serta tidak ada kelanjutannya dan masyarakat pun mulai paham, tahu sendiri mana media yang profesional dan mana yang tidak; artinya pesan ini juga untuk media yang tidak profesional sekaligus yang bersifat seperti sekadar mencari kesalahan lalu beritanya pun hilang begitu saja karena memang tidak didukung fakta carilahlah fakta yang sebenarnya, kawal sampai tuntas jangan berhenti di tengah jalan saja.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pers. Masyarakat yang cerdas tahu: media sejati pastilah menyampaikan apa adanya, mendengar semua pihak, berdiri membela kebenaran bersama masyarakat bukan melayani kepentingan pihak tertentu. Yang tidak menjalankan kewajibannya itulah oknum, bukan mewakili seluruh profesi,” ujarnya tegas," pungkanya (Red)
