Lampung Selatan (Rilisonline.com) - Maraknya dugaan aktivitas pengecoran bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 24.354.59 yang berlokasi di Desa Rangai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Kejadian ini mulai dikeluhkan masyarakat setempat dan pengguna jalan.
Mereka menduga SPBU tersebut dijadikan tempat oleh para pengecor BBM jenis solar, yang menggunakan kendaraan besar seperti truk Fuso. Antrean kendaraan yang tidak wajar sering terlihat, sehingga menyulitkan sopir dan pemilik kendaraan lain yang ingin mengisi bahan bakar secara normal.
"Terutama pada pagi hari, antreannya sangat panjang. Diduga tidak hanya nelayan yang mengambil bahan bakar, melainkan lebih banyak pengecor. Diduga hasilnya akan disalurkan kembali ke oknum yang memperdagangkan BBM secara tidak resmi," ungkap salah satu warga Rabu (10/6/2026)
Masyarakat juga menduga aktivitas ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan diduga melibatkan kerja sama dengan pihak pengelola SPBU. Warga meminta pemilik dan pengawas SPBU mengambil tindakan tegas.
"Kami juga berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dugaan ini yang sudah sangat meresahkan," tambahnya.
Dijelaskan pula bahwa sebagian besar pengecor yang terlihat bukan warga sekitar, melainkan datang dari luar daerah seperti Bandar Lampung. Jenis BBM yang paling sering diambil adalah solar bersubsidi.
"Kami berharap Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bertindak tegas terhadap SPBU ini. Meskipun kasus serupa sudah sering dibicarakan, aktivitas ini masih berjalan. Kami khawatir masyarakat nanti beranggapan yang tidak-tidak terhadap penegakan hukum," tegas warga lainnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon, pihak pengawas SPBU yang dihubungi Hendra, tidak memberikan tanggapan meski panggilan tersambung. (Red)
