Dwi
13 Oktober 2026, 11:43 WIB
Last Updated
2026-10-13T04:44:06Z
PLN Batam Tegaskan Kabar Pemadaman Listrik Selama 3 Hari Hoaks
Batam, RilisOnline.com - PT PLN Batam, Kepulauan Riau (Kepri) membantah bahwa terdapat pemadaman listrik terencana selama tiga hari, yakni 12-14 Oktober 2026. Pernyataan itu menanggapi beredarnya unggahan grafis di media sosial yang menyebarluaskan informasi tersebut.
Manager Komunikasi PLN Batam Yoga Perdana Sulastama menegaskan bahwa pada Senin (12/10/2026) sore ke malam, terdapat unggahan grafis mengenai Pengumuman Pemadaman Listrik Terencana Selama 3 Hari serta pesan berantai yang menyatakan listrik hanya menyala dari PLTD Tanjungpinang dan warga hanya kebagian nyala 6 jam.
"PT PLN Batam menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut adalah tidak benar (hoaks)," katanya saat dimintai konfirmasi di Batam, dilansir dari detikNews, Selasa (13/10/2026).
Yoga mengatakan PLN Batam tidak pernah mengeluarkan pengumuman pemadaman terencana selama 3 hari berturut-turut maupun pemberlakuan pembatasan nyala listrik 6 jam sebagaimana dinarasikan dalam pesan dan gambar yang beredar luas di masyarakat.
Ia juga mengatakan telah beredar infografis lainnya yang memuat informasi hoaks.
"Informasi yang beredar mengenai gangguan layanan internet akibat kerusakan kabel bawah laut Singapura-Batam tidak berkaitan dengan gangguan maupun proses pemulihan sistem kelistrikan PLN Batam," kata dia.
Masyarakat dan pelanggan juga diimbau untuk memantau pembaruan informasi resmi secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN Batam, yakni Instagram @ptplnbatam, Facebook PT PLN Batam, Contact Center (0778) 5702 123, dan aplikasi Bright by PLN Batam.
"Pastikan informasi yang diterima bersumber dari kanal resmi PLN Batam dan hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tambah Yoga.
PT PLN Batam juga mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak, sehingga proses pemulihan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. (*)
Dwi
Caption
Pesan Pembaca
Pesan Pembaca :
Resty
Kami berharap ada liputan mendalam terkait penggunaan dana desa karena realisasi program belum terlihat jelas.
lwan Saputra
Mohon dilakukan peliputan anggaran daerah yang informasinya masih minim agar publik mendapat kejelasan.
Anisa
Kami meminta penyelidikan objektif dana desa agar laporan sesuai dengan kondisi lapangan.
Gunawan
Beberapa proyek desa belum maksimal meski anggaran sudah dialokasikan, perlu penelusuran lanjutan.
Reno
Media independen sangat dibutuhkan untuk mengawal dana desa dan APBD secara transparan.