› Tanpa label › Heri, Oknum Aparat Diduga Terlibat: SPBU Codo Diduga Lebih Utamakan Pelangsir BBM Subsidi, Masyarakat Dirugikan dan Minta Ditindak Tegas
Dwi
13 Oktober 2026, 14:16 WIB
Last Updated
2026-10-13T07:17:17Z
Heri, Oknum Aparat Diduga Terlibat: SPBU Codo Diduga Lebih Utamakan Pelangsir BBM Subsidi, Masyarakat Dirugikan dan Minta Ditindak Tegas
Lampung Selatan, RilisOnline.com - SPBU Pertamina No. 23.353.17 Codo yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, diduga masih dijadikan tempat praktik pengalihan BBM subsidi solar. Kuat dugaan, oknum aparat bernama Heri terlibat dan diduga membantu melancarkan aktivitas para pelangsir di lokasi tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh berbagai sumber informasi yang diterima. Para pelangsir diduga membeli solar subsidi dengan harga Rp8.000 per liter. Diduga, pihak SPBU lebih memprioritaskan melayani para pelangsir karena adanya keuntungan tambahan, dibandingkan masyarakat umum yang benar-benar membutuhkan.
Jadwal penyaluran BBM subsidi pun diduga tidak menentu. Kadang tersedia sejak pukul 06.00 pagi, namun tak jarang baru tersedia pukul 18.00 sore. Kondisi ini diduga membuat masyarakat umum, termasuk pengemudi kendaraan besar seperti truk, sering kali tidak kebagian BBM subsidi.
Yang lebih mengkhawatirkan, oknum aparat yang diduga terlibat terindikasi pernah menyampaikan bahwa pihak SPBU Codo sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung, sehingga diduga tidak akan ada tindakan apa pun meski banyak keluhan masuk.
"Kami masyarakat umum merasa sangat dipersulit mengisi BBM di sini. Kami menduga pihak SPBU bekerja sama dengan oknum aparat dan lebih memprioritaskan pelangsir demi keuntungan," ujar narasumber, Selasa (13/10/2026).
Masyarakat meminta Gubernur Lampung, Polda Lampung, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta pemilik SPBU untuk menindak tegas dugaan pelanggaran ini. Mereka meminta pemilik SPBU memecat operator dan pengawas yang diduga terlibat, serta BPH Migas diminta mempertimbangkan pencabutan izin penyaluran dan pengurangan kuota BBM subsidi bagi SPBU tersebut.
"Karena disinyalir oknum aparat tersebut selain melakukan dugaan pengkondisian untuk para pelangsir, juga diduga memiliki unit yang sudah dimodifikasi untuk melakukan pengurasan solar di SPBU Codo," pungkasnya.
Terakhir, warga meminta pimpinan instansi terkait menindak oknum aparat Heri yang diduga terlibat dalam dugaan pengalihan BBM subsidi tersebut.
Saat dikonfirmasi, Heri yang diduga sebagai oknum aparat terindikasi melakukan pengondisian para pelangsir di SPBU 23.353.17 Codo menyampaikan melalui pesan WhatsApp agar hal tersebut dibicarakan terlebih dahulu.
"Alangkah baiknya kita bicarakan dulu. Jangan naik berita dulu, kita bicarakan baik-baik. Saya bukan siapa-siapa," ujarnya saat dikonfirmasi.
Media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada semua pihak terkait demi keseimbangan berita, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. (Red)
Dwi
Caption
Pesan Pembaca
Pesan Pembaca :
Resty
Kami berharap ada liputan mendalam terkait penggunaan dana desa karena realisasi program belum terlihat jelas.
lwan Saputra
Mohon dilakukan peliputan anggaran daerah yang informasinya masih minim agar publik mendapat kejelasan.
Anisa
Kami meminta penyelidikan objektif dana desa agar laporan sesuai dengan kondisi lapangan.
Gunawan
Beberapa proyek desa belum maksimal meski anggaran sudah dialokasikan, perlu penelusuran lanjutan.
Reno
Media independen sangat dibutuhkan untuk mengawal dana desa dan APBD secara transparan.