Dwi
19 Agustus 2026, 18:29 WIB
Last Updated
2026-08-19T11:29:13Z
Bareskrim Gagalkan Pengiriman Ratusan Vape Narkoba ke Kampung Ambon
Jakarta, RilisOnline.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan vape narkoba ke Kampung Ambon, Jakarta Barat. Dua orang tersangka diamankan dalam operasi tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan pengungkapan bermula saat Subdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polri melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Selasa (18/8) sekitar pukul 15.00 WIB.
"Anggota Subdit I, yang sedang melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan di Pelabuhan Bakauheni, melakukan pemeriksaan terhadap bus bernopol BA-7024-NU," kata Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mencurigai seorang penumpang bernama Nur Muhammad Iskandarsyah, yang kedapatan membawa satu tas. Saat diperiksa, tas tersebut ternyata berisi ratusan vape narkoba
"Yang bersangkutan kedapatan membawa satu tas berisikan 381 pieces diduga etomidate dengan tujuan Kampung Ambon, Jakarta Barat," imbuhnya.
Penyidik kemudian melakukan pengembangan tas temuan tersebut. Berdasarkan keterangan pelaku, vape narkoba tersebut akan diserahkan kepada seseorang di Terminal Kalideres.
"Dari hasil pengembangan kasus tersebut, sekira pukul 23.00 WIB, anggota mengamankan penerima barang yang bernama Jhony Pentury di Terminal Kalideres," imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Jhony Pentury bahwa etomidate tersebut diperoleh dari seorang narapidana di Lapas Batam.
"Dari hasil interogasi diperoleh keterangan bahwa etomidate diperoleh dari napi di Lapas Batam bernama Sekal Syahzuardi (mantan anggota Polri yang sudah di-PTDH 2025 kasus narkoba) dan etomidate tersebut adalah pesanan dari narapidana Selo (napi lapas wanita)," tuturnya.
Saat ini penyidik Subdit I Dittipidnarkoba Bareskrim Polri masih terus melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku untuk pengembangan jaringan di atasnya. (*)
"Dlansir dari detikNews, 19 Agustus 2026"
Dwi
Caption
Pesan Pembaca
Pesan Pembaca :
Resty
Kami berharap ada liputan mendalam terkait penggunaan dana desa karena realisasi program belum terlihat jelas.
lwan Saputra
Mohon dilakukan peliputan anggaran daerah yang informasinya masih minim agar publik mendapat kejelasan.
Anisa
Kami meminta penyelidikan objektif dana desa agar laporan sesuai dengan kondisi lapangan.
Gunawan
Beberapa proyek desa belum maksimal meski anggaran sudah dialokasikan, perlu penelusuran lanjutan.
Reno
Media independen sangat dibutuhkan untuk mengawal dana desa dan APBD secara transparan.