Iklan

PERISTIWA

Dwi
07 Agustus 2026, 09:55 WIB
Last Updated 2026-08-07T02:56:04Z

Antisipasi Dampak El Nino, Lampung Perkuat TPID Jaga Pasokan Daging dan Telur Tetap Stabil


Bandar Lampung, RilisOnline.com - Ancaman fenomena El Nino terhadap produksi dan distribusi komoditas peternakan menjadi perhatian pemerintah daerah Lampung.



‎Untuk mengantisipasi gangguan pasokan maupun lonjakan harga, pemerintah memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memastikan ketersediaan pangan asal ternak tetap terjaga.


‎Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, M Zimmi Skil, mengatakan hingga saat ini kondisi pasokan dan harga komoditas peternakan, terutama daging serta telur, masih berada dalam kondisi stabil.


‎"Koordinasi terus dilakukan agar ketersediaan pasokan dan harga komoditas seperti daging, telur, serta kebutuhan pokok lainnya tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat," ujar Zimmi, Kamis (6/8/2026).


‎Ia menjelaskan, pengelolaan sektor pangan saat ini telah terbagi sesuai regulasi yang berlaku sejak 1 Januari 2023. Pada sisi produksi dan pasokan, termasuk komoditas peternakan, kewenangan berada pada Badan Pangan Nasional bersama instansi teknis terkait seperti Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian.


‎"Sektor peternakan berada pada bagian hulu, yakni produksi dan pasokan. Sementara dari sisi perdagangan, sejak 1 Januari 2023 terdapat perubahan kewenangan setelah hadirnya Badan Pangan Nasional," jelasnya.


‎Di sisi hilir, Disperindag Lampung berperan dalam melakukan pengawasan terhadap perkembangan harga komoditas di pasar.


‎Pemantauan tersebut dilakukan melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan.


‎"Petugas kabupaten/kota melakukan input data harga melalui SP2KP untuk memantau pergerakan harga bahan kebutuhan pokok di pasar," kata Zimmi.


‎Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Pasar (SIGAP), harga daging sapi di pasar tradisional Lampung saat ini berada pada kisaran Rp138 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Sementara harga telur tercatat rata-rata Rp27 ribu per kilogram.


‎Menurut Zimmi, penguatan koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai faktor yang dapat memengaruhi rantai pasok pangan, termasuk kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi berdampak pada sektor produksi.


‎"TPID memastikan distribusi di tingkat kabupaten/kota berjalan lancar. Sampai saat ini kondisi inflasi Lampung masih terkendali dan ketersediaan barang, termasuk daging serta telur, tetap aman di pasar," ujarnya.


‎Selain menjaga pasokan, pemerintah daerah juga berupaya mempertahankan daya beli masyarakat melalui berbagai intervensi pasar.


‎Salah satunya dengan memperluas pelaksanaan program penetrasi pasar atau pasar murah di 15 kabupaten/kota.


‎"Program penetrasi pasar dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga," pungkasnya. (Red)