Lampung Selatan, RilisOnline.com - SPBU Pertamina No. 23.353.56 yang berlokasi di Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, melalui pengawasnya memberikan klarifikasi dan hak jawab atas dugaan yang beredar di media sosial terkait tuduhan lokasi tersebut menjadi sarang mafia BBM, memprioritaskan pelangsir, serta adanya keterlibatan oknum aparat Sandi.
Pihak SPBU melalui Ria selaku pengawas menyatakan bahwa seluruh operasional telah berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan petunjuk teknis yang berlaku dari Pertamina.
"Hal-hal yang dituduhkan kepada kami tidak benar. Kami benar-benar melayani konsumen dengan tetap mengedepankan SOP. Setiap kendaraan yang mengisi BBM subsidi solar wajib memenuhi persyaratan yang berlaku, termasuk kesesuaian kode barcode dengan nomor plat kendaraan dan STNK," ujar Ria selaku Pengawas SPBU 23.353.56 kepada media ini, Kamis (15/10/2026).
Terkait isu adanya oknum aparat Sandi yang diduga terlibat dalam pengaturan distribusi BBM subsidi, pihak SPBU juga membantah hal tersebut. Mbak Ria sapaan sehari-hari di SPBU menegaskan.
"Orang yang dimaksud adalah kerabat pemilik SPBU yang memang sesekali berkunjung ke lokasi, dan tidak ada keterlibatan apa pun dalam operasional maupun pengaturan penjualan BBM," jelasnya.
Mengenai informasi yang menyebutkan adanya penjualan BBM subsidi solar dengan harga Rp8.000 per liter, pihak SPBU menegaskan hal tersebut tidak benar.
"Kami menegaskan, harga BBM subsidi solar telah diatur oleh Pertamina, yaitu Rp6.800 per liter. Saat itu ada penawaran harga di atas ketentuan dari pihak luar, namun kami langsung menolaknya. Hal seperti itu tidak pernah terjadi di lingkungan operasional kami," tegasnya.
Di akhir keterangannya, Ria selaku pengawas SPBU menegaskan kembali komitmennya untuk senantiasa bekerja sesuai aturan yang berlaku.
"Insya Allah, kami dari SPBU 23.353.56 senantiasa bekerja sesuai ketentuan dan petunjuk teknis dari Pertamina. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan dan melayani masyarakat dengan penuh amanah," pungkasnya. (Red)
