Dwi
16 Agustus 2026, 18:41 WIB
Last Updated
2026-08-16T11:42:01Z
Korban Luka Gempa di Flores NTT Capai 135 Orang, BNPB Ungkap Rinciannya
Nusa Tenggara Timur, RilisOnline.com - Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengungkapkan, warga yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat sebanyak 135 jiwa per Minggu (16/8/2026) sore.
Abdul menjelaskan bahwa seluruh korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.
"Terdiri di Sikka 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan, Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 59 jiwa luka ringan, Manggarai Barat 6 jiwa luka berat," kata Abdul dalam konferensi pers secara daring, Minggu sore.
Selain penanganan korban luka, pemerintah juga mulai memberlakukan status tanggap darurat di wilayah terdampak.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, kata Abdul, Kabupaten Manggarai telah menetapkan masa tanggap darurat selama 90 hari.
Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur sedang dalam proses penetapan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat untuk 14 hari, begitu pula dengan tingkat Provinsi NTT.
Abdul menegaskan, fokus utama pada fase tanggap darurat ini adalah pencarian dan pertolongan korban, serta pemenuhan kebutuhan logistik dasar seperti makanan dan non-makanan.
Meski demikian, BNPB meminta agar tim gabungan dan pemerintah daerah yang didampingi personel pusat dapat bergerak paralel untuk mengidentifikasi kerugian material.
"Kita harapkan tentu saja tim di lapangan, pemerintah daerah didampingi oleh personil dari pemerintah pusat juga sudah bisa melakukan pendataan dan identifikasi kerugian material. Terutama berkaitan dengan rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat," tuturnya.
Abdul menambahkan, langkah pendataan sejak dini ini dinilai sangat krusial agar proses pada fase akhir tanggap darurat bisa berjalan lebih efektif.
Pemerintah, menurut dia, menargetkan percepatan transisi menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan fisik yang hancur akibat gempa.
"Pendataan ini sangat penting supaya proses early recovery nantinya bisa kita juga lakukan dan kita siapkan dan kita akselerasi," imbuhnya. (*)
"Dilansir dari Tribunnews.com, 16 Agustus 2026"
Dwi
Caption
Pesan Pembaca
Pesan Pembaca :
Resty
Kami berharap ada liputan mendalam terkait penggunaan dana desa karena realisasi program belum terlihat jelas.
lwan Saputra
Mohon dilakukan peliputan anggaran daerah yang informasinya masih minim agar publik mendapat kejelasan.
Anisa
Kami meminta penyelidikan objektif dana desa agar laporan sesuai dengan kondisi lapangan.
Gunawan
Beberapa proyek desa belum maksimal meski anggaran sudah dialokasikan, perlu penelusuran lanjutan.
Reno
Media independen sangat dibutuhkan untuk mengawal dana desa dan APBD secara transparan.