Iklan

PERISTIWA

Abdul Malik
28 Juni 2026, 20:22 WIB
Last Updated 2026-06-28T13:22:54Z
NasionalNews

Pesiden Prabowo Dorong Penguatan Riset Nasional, Targetkan Jumlah BUMN Dipangkas Menjadi 250 Perusahaan

Jakarta - Rilis Online – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat riset, inovasi, dan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian industri nasional. Pernyataan tersebut disampaikan saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).


Dalam pidatonya, Presiden mengungkapkan adanya usulan agar setiap BUMN menyisihkan sebagian keuntungan perusahaan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan. Menurutnya, langkah tersebut layak dipertimbangkan guna mempercepat lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan daya saing bangsa.


Prabowo juga mengapresiasi peningkatan kinerja sejumlah BUMN yang mulai mencatatkan keuntungan dalam satu tahun terakhir. Meski demikian, ia menilai pembenahan secara menyeluruh masih diperlukan agar perusahaan milik negara dapat beroperasi lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Pemerintah, lanjut Presiden, saat ini sedang merampingkan jumlah BUMN. Dari lebih dari seribu perusahaan yang sebelumnya tercatat, lebih dari 200 telah ditutup dan jumlahnya akan terus dikurangi hingga tersisa sekitar 250 perusahaan.


Menurut Prabowo, penyederhanaan tersebut bertujuan memangkas biaya operasional yang dinilai terlalu besar, mulai dari struktur direksi hingga komisaris. Ia menegaskan bahwa anggaran negara harus dimanfaatkan secara optimal, bukan habis untuk membiayai beban organisasi yang tidak produktif.


Presiden menargetkan proses restrukturisasi BUMN dapat rampung pada tahun ini, sehingga dalam dua tahun ke depan seluruh perusahaan negara dapat bekerja dengan tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan kepada rakyat.


Selain membahas reformasi BUMN, Prabowo turut menyambut baik berbagai masukan mengenai penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dengan institusi di dalam maupun luar negeri. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengembangan riset, teknologi, dan industri nasional di berbagai daerah.


Penutupan KSTI 2026 menjadi penegasan arah kebijakan pemerintah dalam membangun ekosistem riset yang lebih kuat, didukung BUMN yang sehat dan efisien, serta kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing global.