Bandar Lampung, RilisOnline.com - Pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) 24.353.43 yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Panjang, Kota Bandar Lampung, mulai menjadi sorotan. Pasalnya, konsumen pengguna jalan menduga terjadi praktik pengecoran BBM jenis solar. Hal tersebut terungkap setelah salah satu konsumen menceritakan bahwa saat ingin melakukan pengisian BBM jenis Pertalite, ia mendapati banyak kendaraan seperti mobil Fuso dan truk terparkir di dalam area SPBU, sehingga mengganggu konsumen lain yang hendak mengisi bahan bakar.
Dijelaskan oleh salah satu pengguna jalan, ia berharap kepada pemilik SPBU 24.353.43 untuk segera mengevaluasi kinerja pekerja di lapangan, karena menurutnya ada indikasi dugaan pengecoran BBM jenis solar.
“Berkaitan dengan dugaan pengecoran BBM yang terjadi di SPBU, kami berharap kepada pemilik SPBU untuk segera melakukan evaluasi terhadap pekerja di lapangan, karena hal tersebut sangat mengganggu aktivitas para konsumen yang hendak melakukan pengisian BBM,” ujar konsumen, Senin (15/6/2026).
Lebih rinci ia menjelaskan, untuk masuk ke dalam area SPBU terasa seperti harus berdesak-desakan dengan kendaraan besar seperti truk dan Fuso yang diduga sedang melakukan penglangsiran.
“Asumsi ini diperkuat setelah kami mendapati adanya kepadatan di dalam area SPBU, sehingga kami yang ingin mengisi BBM jenis Pertalite maupun Pertamax merasa sangat kesulitan. Hal ini mustahil terjadi jika pengawas dan operator tidak mengetahuinya,” katanya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa dirinya setiap hari melewati jalan tersebut dan selalu mendapati kondisi serupa. Ia menambahkan aktivitas di lokasi terasa padat dan macet baik pada jam kerja maupun pagi hari.
“Maka dari itu kami sangat berharap kepada pemilik SPBU untuk segera melakukan evaluasi terhadap para pekerja di lapangan. Jangan sampai pengguna jalan mengadukan hal ini kepada pihak terkait, karena nantinya dapat merugikan pihak SPBU tersebut. Mohon utamakan kepentingan konsumen dan pengguna jalan. Kondisi ini sudah kami pantau sejak lama dan terus berlangsung. Kami juga berharap pihak berwenang segera melakukan peninjauan terhadap SPBU tersebut,” tukasnya.
Sementara itu, Pengawas SPBU 24.353.43, Supri, saat dikonfirmasi terkait adanya keluhan konsumen dan pengguna jalan mengenai kepadatan di area SPBU yang diduga mengganggu konsumen lain yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite maupun Pertamax, menyatakan pihaknya akan mengatur dan menyesuaikan pelayanan.
“Akan kita sesuaikan, yang ingin mengisi BBM akan kita berikan jalan,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).
Ketika ditanya mengenai adanya dugaan indikasi pengecoran BBM jenis solar, pihaknya menyatakan bahwa semua proses pengisian telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menggunakan kode batang, dan kendaraan yang mengisi juga telah memenuhi ketentuan sesuai aturan Pertamina.
“Terkait dugaan pengecoran itu tidak benar. Di mana-mana ada kendaraan yang membutuhkan solar, dan kebetulan di tempat kami persediaan solar cukup, sehingga otomatis kendaraan akan mencari pom bensin yang menyediakan jenis BBM tersebut dan rela mengantri,” pungkasnya. (Red)
